Iya Aku Memang Munafik
Semuanya udah pernah aku lalu bersama dia,sedih senang
nagis bahagia,hujan2 bareng kepanasan semuanya udah pernah aku lakuin, tapi apa
yang dia lakaukan ke aku dia bohongin aku,awalnya i fine tapi aku sudah nga
tahan lagi dengan sikap dia yang selalu mengulannya. Aku sadar kalau dia tidak
pernah mencintaiku sacara tulus,dan aku baru sadar aku salah aku menyesal karna
tidak mendengar semua kata-kata temanku tentang dia,aku memikirkan kesenangan
ku sendiri setiap saat aku bersamanya, dan aku selalu bilang ke teman
terdekatku kenapa aku sayang sama dan cinta aku selalu bilang kemereka kalau
aku sayang sama dia,tapi teman-teman ku sangat tidak setuju mereka adalah
teman-teman terbaiku karna mereka selalu memberiku jalan yang baik,bukan jalan
yang buruk. Semua yang aku pernah lakuin bersamnya itu karna kehendak diriku
sendiri tidak ada yang memaksakanya, aku sangat sayangg sama dia,karna tutur
katanya yang sangat lembut dan bijaksana itu membuat ku luluh, haha tapi itu
hanya sandiwara belaka. Aku tidak pernah menyesal sedikitpun tentang aku dan dia, tidak sedikitpun aku
berniat untuk memfaatkan dia,tapi apa yg ku dapat,semuanya sia-sia,mungkin apa
yg kamu lakuin pernah aku lakuin tapi sebelumnya aku tidak pernah bilang kalau
aku tidak menyukainya,aku selalu bilang kepada teman-teman ku aku mencintainya
karna aku benar mencintainya. Bahkan orangtua angkat ku pun berkata “tinggalkan
dia apa kamu pindah sekolah” mereka bahkan tau aku tentang dia tanpa
memberitahukan kepaku, bahkan aku pernah membuat mereka menaggis karna aku
lebih memilihnya, membuat ibuku menaggis membuat mereka marah,semuanya karna
aku mencintainya,orang tua selalu tau tentang anaknya,mereka selalu menasehati
ku agar melepaskanya,tapi aku selalu bilang aku mencintainya bu,aku sayang dia,
mungkin air mata yang aku keluarkan tidak seberapa,tapi sakit hati yang aku
rasakan tidak bisa di rasakan orang lain, aku selalu mencari cara agar putus
denganya bahkan aku pernah bilang sama dia kalo aku suka dan cinta dengan
laki-laki lain,aku pernah bilang aku dikasih sesuatu sama cowok lain,bahkan
disaat aku disuruh memilih aku memilih orang yang sebenarnya hanya pura2 aku
cintai dan aku memilih cowok lain kebanding paacarku sendiri demi untuk
memutuskanya. Aku selalu tersenyum untuknya aku nga mau liat dia sakit,sedih
dan menagis tapi dia tidak pernah berhenti untuk membuat ku sakit dan menaggis.
Aku hanya menyesal kenapa tidak pernah mendengar kata teman-teman ku,bahkan
teman-teman nya pernah bilang kalo aku sangat bodoh karna pacaran sama di, itu
keluar dari mulut temanya sendiri aku binggung apa yang mereka katakan,aku
tidak pernah mempercayai mereka,ternyata aku berpacaran dengan pembohong besar
itu adalah kesalahan besarku,aku sagat menyesal, aku sayang dan cinta sama
sahabat-sahabatku yang dulunya melarangku berpacaran dengannya. Kalo aku
tuliskan disini mungkin tangan ini tidak sangup untuk mengetiknya. Aku ya aku
memang orang yang munafik, aku munafik karna setelah aku melepasnya aku bilang
dengan teman-temanku kalo aku tidak sayang lagi dengannya padahal aku masih
sangat sama dia,cinta banget, tapi itu dulu i sekarang semenjak aku bertemu kembali dengan seorang
yang sagat lama tidak ketemu hatiku tergetarkan,aku menyukainya tapi aku tidak
mencinya seiring jalanya waktu rasa cinta itu muncul dan semakin dalam. Allah
itu adil adil yang maha adil, dia mengetahui semunya. Aku tidak bermaksud untuk
mengatakanya tapi itu semunya nyata yang aku katakan semunya benar,aku tidak
pernah ngomong kalau tidak berdasarkan bukti, mungkin orang munafik tidak tidak
menyadarinya tapi aku menyadarinya aku munafik,aku munafik,aku munafik itu
dulu. Aku tidak bermaksud untuk mengurusi semunya. Aku hanya sayang kepada agar
tidak sama denganku. Mungkin semua temanku sudah tau bagaimana dirinya sehingga
mereka inggin menyelamatkan ku lebih jauh lagi.
Aku sadah mengataknya kepada sahabat terbaikmu :)