Kamis, 27 November 2014

Agar Kamu Tau



          Iya Aku Memang Munafik
         Semuanya udah pernah aku lalu bersama dia,sedih senang nagis bahagia,hujan2 bareng kepanasan semuanya udah pernah aku lakuin, tapi apa yang dia lakaukan ke aku dia bohongin aku,awalnya i fine tapi aku sudah nga tahan lagi dengan sikap dia yang selalu mengulannya. Aku sadar kalau dia tidak pernah mencintaiku sacara tulus,dan aku baru sadar aku salah aku menyesal karna tidak mendengar semua kata-kata temanku tentang dia,aku memikirkan kesenangan ku sendiri setiap saat aku bersamanya, dan aku selalu bilang ke teman terdekatku kenapa aku sayang sama dan cinta aku selalu bilang kemereka kalau aku sayang sama dia,tapi teman-teman ku sangat tidak setuju mereka adalah teman-teman terbaiku karna mereka selalu memberiku jalan yang baik,bukan jalan yang buruk. Semua yang aku pernah lakuin bersamnya itu karna kehendak diriku sendiri tidak ada yang memaksakanya, aku sangat sayangg sama dia,karna tutur katanya yang sangat lembut dan bijaksana itu membuat ku luluh, haha tapi itu hanya sandiwara belaka. Aku tidak pernah menyesal sedikitpun  tentang aku dan dia, tidak sedikitpun aku berniat untuk memfaatkan dia,tapi apa yg ku dapat,semuanya sia-sia,mungkin apa yg kamu lakuin pernah aku lakuin tapi sebelumnya aku tidak pernah bilang kalau aku tidak menyukainya,aku selalu bilang kepada teman-teman ku aku mencintainya karna aku benar mencintainya. Bahkan orangtua angkat ku pun berkata “tinggalkan dia apa kamu pindah sekolah” mereka bahkan tau aku tentang dia tanpa memberitahukan kepaku, bahkan aku pernah membuat mereka menaggis karna aku lebih memilihnya, membuat ibuku menaggis membuat mereka marah,semuanya karna aku mencintainya,orang tua selalu tau tentang anaknya,mereka selalu menasehati ku agar melepaskanya,tapi aku selalu bilang aku mencintainya bu,aku sayang dia, mungkin air mata yang aku keluarkan tidak seberapa,tapi sakit hati yang aku rasakan tidak bisa di rasakan orang lain, aku selalu mencari cara agar putus denganya bahkan aku pernah bilang sama dia kalo aku suka dan cinta dengan laki-laki lain,aku pernah bilang aku dikasih sesuatu sama cowok lain,bahkan disaat aku disuruh memilih aku memilih orang yang sebenarnya hanya pura2 aku cintai dan aku memilih cowok lain kebanding paacarku sendiri demi untuk memutuskanya. Aku selalu tersenyum untuknya aku nga mau liat dia sakit,sedih dan menagis tapi dia tidak pernah berhenti untuk membuat ku sakit dan menaggis. Aku hanya menyesal kenapa tidak pernah mendengar kata teman-teman ku,bahkan teman-teman nya pernah bilang kalo aku sangat bodoh karna pacaran sama di, itu keluar dari mulut temanya sendiri aku binggung apa yang mereka katakan,aku tidak pernah mempercayai mereka,ternyata aku berpacaran dengan pembohong besar itu adalah kesalahan besarku,aku sagat menyesal, aku sayang dan cinta sama sahabat-sahabatku yang dulunya melarangku berpacaran dengannya. Kalo aku tuliskan disini mungkin tangan ini tidak sangup untuk mengetiknya. Aku ya aku memang orang yang munafik, aku munafik karna setelah aku melepasnya aku bilang dengan teman-temanku kalo aku tidak sayang lagi dengannya padahal aku masih sangat sama dia,cinta banget, tapi itu dulu i sekarang  semenjak aku bertemu kembali dengan seorang yang sagat lama tidak ketemu hatiku tergetarkan,aku menyukainya tapi aku tidak mencinya seiring jalanya waktu rasa cinta itu muncul dan semakin dalam. Allah itu adil adil yang maha adil, dia mengetahui semunya. Aku tidak bermaksud untuk mengatakanya tapi itu semunya nyata yang aku katakan semunya benar,aku tidak pernah ngomong kalau tidak berdasarkan bukti, mungkin orang munafik tidak tidak menyadarinya tapi aku menyadarinya aku munafik,aku munafik,aku munafik itu dulu. Aku tidak bermaksud untuk mengurusi semunya. Aku hanya sayang kepada agar tidak sama denganku. Mungkin semua temanku sudah tau bagaimana dirinya sehingga mereka inggin menyelamatkan ku lebih jauh lagi.
Aku sadah mengataknya kepada sahabat terbaikmu :)